Tjap Gadjah

Ganesa Nizar adalah seorang gitaris, teknisi dan kawan yang kreatif menurut saya. Dari membuat musik, bermain gitar sampai servis efek dan membuat kabel Ia tekuni dengan baik. Maka dari itu saya tidak pernah ragu untuk menggunakan produk yang Ia buat bersama perusahannya  yang bernama Tjap Gadjah.

Read More

Empress : Tape Delay dan Fuzz

Tape Delay

Tidak berlebihan jika saya bilang bahwa Empress Tape Delay adalah salah satu analog delay pedal terbaik. Dengan fitur yang lengkap dan kualitas suara yang baik, Tape Delay layak jadi jajaran atas bagi para penggemar analog delay. Saya pribadi bukan penggemar delay, saya memakai apa saja yang ada tanpa harus rewel membandingkan analog delay A dengan analog delay B. Analog delay adalah sama di mata saya. Sampai kemudian suatu hari Line 6 M9 saya rusak dan hal ini memaksa saya untuk melihat lihat calon delay pengganti. Dan dari sekian banyak kandidat, Empress Tape Delay menjadi prioritas utama saya saat ini.

Read More

SONY MDR XB920 Extra Bass

1

Pertama yang memikat mata saya dari headphone ini adalah warnanya. Saya suka warna merah, dan SONY MDR XB920 ini memiliki paduan warna yang cukup keren menurut saya. Kayaknya akan terlihat bagus di panggung. Dari segi desain menurut saya ini sangat cocok dipakai oleh semua kalangan. Baik penikmat musik kasual maupun musisi serius.

Read More

GFI System – EIGENDRIVE

Henry Wijaya adalah seorang pedal builder yang sangat terobsesi dengan detail menurut saya, yang mana itu adalah hal yang baik ketika diaplikasikan ke pedal pedal buatannya. Hampir seluruh line up pedal GFI System memiliki fitur yang kaya dan sangat variatif. GFI System selalu memberikan keleluasaan kepada pengguna pedalnya untuk dapat berkreasi dan eksplorasi. Henry dengan sukses membungkam pemikiran pemikiran ‘what if’ para pengguna GFI System di tiap pedal pedalnya.

Read More

Carl Martin – AC Tone

AC TONE

Kebetulan saya adalah penggemar tone dari ampli tabung asal Inggris, Vox AC30. Karakter ampli ini sangat clear dan crunchy. Pengguna Vox AC30 yang paling terkenal tentu saja The Beatles, The Edge dan Brian May untuk menyebut beberapa. The Beatles mempopulerkan karakter jangly dari Vox dan Brian May menggunakan cranked AC30 untuk sound overdrive yang diaplikasikan dengan sangat baik di lagu lagu Queen. Untuk The Edge? Coba dengarkan lagu lagu U2 terutama Where The Streets Have No Name, anda akan mengerti apa yang saya maksud.

Read More

EarthQuaker Devices

Heyho! Ini dia yang ditunggu tunggu, Earthquaker Devices demo! Di video tersebut ada 3 pedal yaitu Crimson Drive, Monarch dan Arpanoid. Sebelumnya saya mau berterimakasih kepada Earthquaker Device untuk support mereka yang sangat baik kepada Rig Rig Rig. Maka dari itu, langsung saja!

Crimson Drive

Pedal ini adalah overdrive germanium. Seperti yang anda dengar di video demo, karakternya crunchy dan menggigit. Sangat enak dimainkan di ampli full tube atau solid state. Jika anda menyukai sound rhythm yang open dan clear, maka Crimson Drive akan jadi pedal yang cocok untuk memenuhi kebutuhan itu. Ketika saya menggunakan Crimson Drive untuk lead, sound yang tercipta bukan smooth and round overdrive ala BB Preamp atau Crunch Box namun Crimson Drive lebih clear dan menghasilkan attack yang dinamis. Ketika kita bermain pelan maka responnya juga akan kalem dan ketika kita hajar kencang dinamikanya akan ikut naik. Sesuai judulnya, Crimson Drive adalah sebuah pedal overdrive bukan distorsi. Jadi jika anda berharap mendapatkan sound distorsi yang tight mungkin ini bukan pedal yang tepat, namun dengan ampli tube yang bagus Crimson Drive akan memanjakan telinga anda dengan memuncratkan sound vintage khas overdrive germanium yang menyalak. Suka Led Zeppelin atau The Black Keys? Ini tiket anda!

Read More