Pelem Ukulele

Oleh Wafiq Giotama

Sebelum memulai review ini saya ucapkan terima kasih kepada mas Iga Massardi telah memberikan kesempatan kepada saya untuk bercuap – cuap sedikit tentang alat musik yang biasa saya mainkan. Saya tidak akan menyebutnya ini sepenuhnya review karena jika murni review akan terjadi ketidak pahaman bagi teman – teman yang belum terlalu mengulik alat musik ini. Ya, terkesan sedikit salah kamar, ibarat dalam sinetron ‘Posting Yang Tertukar’.

Seperti yang kita semua ketahui, pembaca setia RIGRIGRIG kebanyakan adalah mereka pemain gitar dengan sikap antusias besar terhadap efek drive, jenis amplifier, pickup dengan berbagai karakter dan sekelumit dunia gitar dengan perdebatan tidak akan berujung (alat musik lain juga sih, hehe). Dalam tulisan ini akan dibahas tentang salah satu alat musik lain tersebut, yaitu Ukulele.

Alat musik keroncong? Bukan, alat musik ini berasal dari Hawaii bersenar 4 dan memiliki 4 size berbeda yaitu Soprano, Concert, Tenor dan Baritone . Berbeda dengan milik Indonesia, Cuk (bersenar 3 dengan senar nylon) dan Cak (bersenar 4 dengan senar steel) yang pada umumnya dimainkan secara bersamaan, Ukulele dapat dimainkan sendiri seperti gitar. Jika anda pemain gitar klasik mungkin akan lebih mudah mempelajari teknik – teknik dalam Ukulele.

Skena musik Ukulele di luar Indonesia sendiri mulai memuncak tengah dekade lalu ketika YouTube muncul bersamaan dengan berbagai website komunitas ukulele yang ada di Internet. Tidak hanya komunitas dan industri musik mulai naik, industri alat musik juga berkembang pesat. Merek ukulele luar baru bermunculan seperti Lanikai, Kala, Ohana, Mahalo dengan harga yang cukup terjangkau dengan kayu laminate. Ada juga merek ukulele premium seperti Kanilea, Kamaka, Koaloha, Martin dan Mya-Moe yang mematok harga diatas $1000 karena material kayu solid berkualitas dengan pengerjaan detail. Bahkan Fender pun mulai memproduksi Ukulele dengan headstock Tele.

Tidak perlu berbicara lebih akan skena di dalam negeri karena memang masih berkembang, terutama komunitas. Pertanyaannya: Adakah produsen Ukulele di Indonesia? Ada, banyak, namun tidak banyak orang tahu karena semua pabrik tersebut secara eksklusif mengekspor ukulelenya ke luar negeri. Klise dan ironi, seperti Indonesia mengimpor beras sendiri. Beruntungnya masih ada beberapa produk dalam negeri seperti Genta Guitars (Bandung) salah satunya.

Jauh dari hal tersebut ada brand ukulele custom lokal dari Yogyakarta spesialis dalam pembuatan Ukulele yaitu Pelem Ukulele (Pelem dalam bahasa jawa berarti Mangga). Dan berikut spesifikasi Pelem yang saya miliki,

???????????????????????????????

Spesifikasi

Size                        : Tenor

Frets                      : 18 Frets (1.5mm)

Body                      : Solid Flame Curly Acacia

Binding                 : Rosewood

Neck                      : Mahogany

Fretboard            : Rosewood

Bridge                   : Rosewood

Nut                        : Rosewood

Saddle                  : Rosewood

Pickup                   : Active Pickup SA-EP SHS Music

Finish                    : Hand Rub Tung Oil

Ukulele ini merupakan proyek kolaborasi saya dengan Fadil Firdaus (Builder di Pelem Ukulele). Saya order ukulele ini pada bulan Januari 2013 dan selesai pada akhir Februari 2013. Eh, bukan murni order karena saya ikut mengerjakan walau hanya beberapa part seperti setup strings dan fret.

Pada saat proyek ini selesai, saya berimpresi ‘wow’ karena finishing sesuai dengan bayangan saya diawal. Tung oil memberikan rasa natural pada finishing kayu, cocok bagi saya yang tidak terlalu suka dengan high gloss. Berdasarkan wikipedia, finish tung oil digunakan di jaman Dinasti Song (Cina) sebagai finishing perabot rumah tangga dan sistem waterproofing kapal. Mungkin di Indonesia akan jarang ditemui penggunannya, tetapi di luar negeri cukup sering dipakai oleh custom builder.

Beruntung saya juga mendapatkan corak kayu yang bagus. Terdapat bagian kayu warna putih membentuk lurus pada bagian top dan sides,dan segitiga untuk bagian back. Kayu Acacia dipilih karena kayu jenis ini masih satu jenis (keluarga) dengan kayu Koa, kayu asli Hawaii yang biasa digunakan untuk membuat alat musik khususnya Ukulele. Seperti Gitar Taylor Koa milik Taylor Swift.

Suara yang dihasilkan warm, mellow dan fokus, mirip seperti Koa. Ditambah konstruksi bracing dalam Pelem Ukulele membuat lebih fokus walau suara tidak terlalu loud, sehingga kurang cocok bagi anda yang mencari suara ‘nyaring’. Akan tetapi kebanyakan musisi sudah terbiasa dengan tipikal alat musik akustik untuk rekaman: tidak terlalu loud namun fokus. Selain itu, playbility sudah sesuai dengan settingan rendah dari tinggi bridge dan nut.

Pada umumnya, ukulele ada 2 tipe set senar: high-g (senar no. 4 lebih tinggi dari senar no. 3) dan low-g (senar no.4 lebih rendah dari senar no.3). Dalam review ini saya menggunakan set Aquila Strings Nylgut dengan senar no. 4 menggunakan D’Addario Pro-Arte High Tension untuk gitar.

Jika anda malas membaca, anda bisa langsung mendengarkan sound sample dibawah ini.

Demikian review saya. Terima kasih telah menyimak, dan semoga posting ini dapat memberikan kita semua tambahan dan inspirasi untuk teman – teman gitaris sekalian. Keep cruuunngg!

“….. and if everyone play ukulele, the world would be better place.” – Jake Shimabukuro

Advertisements

3 comments

  1. kevin tourino (@kepintorino) · January 11, 2014

    Bang Iga, boleh tau alamat tempat buat ukulele custom ini di Yogya?atau ada rekomendasi di Jakarta atau Bandung mungkin?

    • rigrigrig · January 12, 2014

      Halo Kevin, silahkan klik direct link penulisnya di atas, Wafiq Giotama. Saya direct ke twitternya dia. Semoga membantu, thanks 🙂

  2. Khilfan · December 27, 2014

    Bang, boleh tau beli tung oilnya dimana? Saya udah nyari2 ga ketemu. Di tolong ya mas 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s