Electro Harmonix Bass Big Muff

Saya suka EHX Double Muff. Karakter distorsinya yang “mirip” Big Muff Pi, tapi lebih padat dan lebih mengarah ke distorsi/overdrive daripada fuzz yang menggulung seperti Big Muff, dan respons terhadap volume gitar yang baik, membuat efek tersebut menjadi salah satu efek drive favorit saya (yang lainnya Proco RAT dan OCD)

Walaupun saya suka Double Muff, ada beberapa hal yang membuat saya memutuskan tidak memakainya di rangkaian pedalboard saya, adalah karena satu2nya posisi enak buat dia adalah langsung setelah gitar. Kalau ditaruh setelah pedal drive lain yang menyala, entah kenapa suaranya jadi tipis/trebly. Sesuai prinsip saya untuk menambah alat/efek: efek baru harus bisa mix dengan efek2/basic sound yang sudah ada. Seenak apapun efek baru tersebut, kalo sampai mengganggu susunan yang lain, otomatis tidak bisa masuk pedalboard.

Lho kok jadi ngomongin Double Muff? ini khan review Bass Big Muff? ya,memang,hehehe sekedar pembuka aja.

Now, let’s start the review! Efek ini memang di-desain buat bass (sesuai namanya), tapi ada beberapa fitur/ keunggulan yang menarik buat saya hingga akhirnya memutuskan membeli efek ini:

  1. Karakter muffnya lebih seperti Russian Big Muff, bukan versi USA (ini selera pribadi saya aja).
  2. Ini efek bass, jadi lebih versatile,karena tentu bisa dipakai juga untuk bass saya 
  3. Output ada 2, dry out dan effect out: ini jarang ada di pedal distorsi. dengan ini opsi buat rekaman dan perform lebih enak, bisa pakai 2 ampli sekaligus
  4. Toggle “Dry”: Ini bahkan lebih jarang lagi..salah satu efek yang saya ingat ada fitur seperti ini adalah Voodo Lab Sparkle Drive. basically dia menggabungkan kedua output dry dan effect out menjadi satu. jadi dengan satu ampli, kita bisa memperoleh suara “bi-amping”. Suara Asli tidak terpengaruh fuzznya, tapi kita bisa menambah sound fuzz di atas suara tersebut..mix level antara kedua channel tersebut dapat diatur kadarnya. Ini fitur yang bagus menurut saya, apalagi kalau kita punya pedal overdrive yang kita suka karakternya, tapi kita mau menambah distorsi/ fuzz tanpa merusak sound overdrive yang sudah ada.
  5. Ukurannya sudah mengadopsi efek EHX modern: lebih kecil, casing lebih solid..saya kurang suka efek EHX model lama..makan tempat,hehehe
  6. True bypass
  7. Harga tidak terlalu mahal
  8. Fitur umum lainnya standard efek drive lain lah, ada knob “volume”, “tone”, dan “Sustain” (drive)

Bagaimana dengan soundnya? Kalau menurut pendapat pribadi saya,karakter bass big muff ini ya seperti Russian big muff, karena menurut bocoran di internet memang Bass Big Muff ini merupakan Russian Big Muff yang diberi fitur tambahan.karena ada 3 posisi mode, saya akan bahas masing2:

  1. Mode “Normal” – Seperti Russian Big Muff..Tidak seganas versi USA yang menurut saya sangat menggulung fuzznya dan cenderung suka hilang definisi nadanya dalam situasi band.kalau di Bass Big Muff ini fuzznya lebih jelas not-nya (in a big muff kind of way tapinya,hehehe).
  2. Mode “Bass Boost” – Hampir sama seperti mode normal, tapi di mode ini frekuensi low lebih besar. ini pastinya dikhususkan untuk instrumen bass,mengkompensasi mode normal yang agak sedikit memotong frekuensi low bila kita menggunakan bass. Saya kurang suka mode ini untuk gitar, karena mode “Normal” saja menurut saya sudah lebih dari cukup frekuensi lownya.
  3. Mode “Dry” – ini mode favorit saya. di mode ini knob “volume berubah fungsi menjadi knob “Blend”. diputar full ke kiri yang terdengar hanya suara dry saja, sedangkan diputar full ke kanan yang terdengar ya seperti mode “Normal”. di posisi jam 12, suaranya bercampur. dengan mode ini saya bisa pakai pedal overdrive saya yang di-set dengan drive medium, tapi dengan sustain nada yang terdengar lebih panjang karena ada fuzz yang mendukung di belakangnya. it fuzzy big muffy sound with clearer tone! di mode ini saya juga bisa dapatkan sound Double Muff yang saya suka, bahkan dengan range yang lebih luas, karena lebih bisa di “tweak”..di sini soalnya ada knob “tone” yang tidak ada di Double Muff.

untuk lebih jelasnya bisa lihat video demonstrasi youtube berikut:

http://www.youtube.com/v/j0MIzzzAAsc

http://www.youtube.com/v/MSRDWe_N7Gw

http://www.youtube.com/v/_cDTyXjp_Cc

kalau untuk kekurangan dari pedal ini menurut saya di posisi “Normal” volumenya kurang besar..di settingan pedalboard saya,knob volume harus di arah jam 1 atau 2 untuk unity gain.

kekurangan kedua, saya lebih suka bila volume ketika di mode “Dry” dan “Normal” kira2 sama, jadi ketika di-switch ga ada perbedaan volume, sehingga lebih versatile lagi. terdapat modifikasi untuk hal ini di internet.
http://www.talkbass.com/forum/f36/ba…me-mod-713891/
kalau ada waktu saya akan coba modifikasi Bass Big Muff saya

Overall, saya suka pedal ini, karena dia menambah nuansa distorsi/fuzz ke pedalboard saya tanpa merubah settingan dasar yang selama ini sudah saya punya. tentu saja fitur mode “Dry” tersebut akan punya hasil yang berbeda-beda, tergantung dari efek overdrive atau distorsi apa yang akan dicombine dengan dia. personal preference saya lebih suka menggabungkannya dengan overdrive atau distorsi yang tidak terlalu “basah”. kalau ingin eksperimen dengan sound big muff tanpa merusak tone dasar kita (terlalu banyak) maka pedal EHX Bass Big Muff dengan kemampuan blend ini bisa anda coba

Ditulis oleh : Harry Sihombing


Advertisements

4 comments

  1. imanfattah · April 18, 2012

    Sebagai Double muff user, saya tidak mengalami yang namanya “Kalau ditaruh setelah pedal drive lain yang menyala, entah kenapa suaranya jadi tipis/trebly.” Di pedalboard saya posisinya adalah setelah Wah (Wah tepat setelah gitar) dan sound gak ada perubahan 🙂

    • rigrigrig · April 23, 2012

      Mungkin ada hubungannya dengan buffer pedal drive tersebut Man. Karena double muff itu basicnya fuzz dan fuzz memang sensitif reaksinya terhadap buffer pedal lain. By the way karena yang menulis ini bukan gw pribadi, gw nggak tau pasti apa yang terjadi. Cuma analisa sederhananya seperti itu. 🙂

      • imanfattah · April 23, 2012

        Mungkin, yang pasti sih gue tidak mengalami hal itu. Apa malah mungkin faktor gitar & pickup?

      • rigrigrig · April 23, 2012

        Mungkin sebaiknya gw nggak berspekulasi tentang kasus si penulis. Karena tiap tiap gitaris punya routing yang berbeda untuk efeknya, jadi permasalahan antara satu gitaris dan lainnya juga akan berbeda. Tapi untuk menjelaskan sedikit tentang reaksi fuzz terhadap buffer, ada web yang bagus nih http://www.muzique.com/news/buffers-before-fuzz/ dijelaskan secara rinci di sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s