Eventide Pitch Factor

Eventide, Salah satu merk produsen efek gitar yang namanya udah sangat besar yang juga terkenal dengan produk rack Harmonizernya sejak jaman steve vai album Passion and Warfare dulu.

Walaupun ada merk lain seperti Digitech yang mengeluarkan produk rack Harmonizer yang cukup bagus tapi sepertinya nama eventide belum bisa ditandingi dalam hal Harmonizer.

Beberapa tahun lalu Eventide mulai gencar bermain di ranah stompbox, sayang variannya belum banyak, walaupun sebenernya lebih mirip efek multi tapi kualitasnya ternyata cukup bagus dan hampir seperti rack. Salah satunya Pitch Factor, pedal harmonizer penuh fitur dengan sound menakjubkan ini hadir ditengah tengah ladang pedal Harmonizer yang kering. Karena pedal kategori ini masih sangat jarang, di Indonesia hanya ada Boss PS5 dan PS6 serta Digitech Harmonyman aja.

Parameter dan Connector

Stereo input dan output, memungkinkan pedal ini jadi fleksibel dan bisa di hubungkan dengan pedal stereo lain sebelumnya. Masing-masing memiliki switch pilihan gain antara instrument level atau line level, ini berguna kalau Pitch Factor mau digunakan di efek loop ampli atau dibarisan stompbox.

Aux Switch jack memiliki beberapa kegunaan tapi utamanya digunakan buat dihubungkan ke external footswitch buat fungsi pindah preset dan bank, tap tempo dan bypass

Expression Pedal, seperti umumnya fungsi expression pedals. Bisa di-assign untuk apa fungsinya, misalnya mengatur level dari parameter tertentu secara on the fly.

USB Port, selain buat update softwarenya juga bisa buat dumping preset ke kompi atau masukkin preset dari kompi ke Pitch Factornya.

Fungsi dan Operasi 

Gw gak akan review lengkap sedetil detilnya, karena bisa panjang banget masalah fungsinya atau cara pengoperasiannya. Pada intinya pedal ini memiliki 2 channel sound (A dan B) dan masing2 bisa diatur Pitch Shiftingnya ingin di interval nada mana, trus masing2 bisa diatur kadar delaynya. Jadi kalo mao sekedar efek pitch shifting tinggal atur interval nada di A dan B (kalo mao 1 nada berarti kedua channel harus di set interval nada yang sama) dan kalo gak mao ada delay berarti parameter delay harus di set di O ms & no repeat, soalnya default dari settingannya pasti ada delay. Yang gw agak kurang sreg adalah pengaturan levelnya dengan system mix, jadi parameter Pitchmix dipakai buat ngatur mao channel A atau B yang keluar, posisi minimal hanya ada channel, posisi max hanya ada channel B, dan kalo di tengah berarti keduanya seimbang. Kemudian total dari proses ada parameter Mix yang mengatur level dari efek dan sinyal aslinya,

Fitur tambahan yang cukup menarik adalah pilihan model bypassnya mao menggunakan buffer atau true bypass, masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan, sesuaikan dengan selera pengguna. Preset sebanyak 100, berat yang cukup ringan (untuk efek dengan isi sebanyak ini), support MIDI channel (in and thru) via Midi Controller jadi selain bisa dipake di stompbox juga bisa dipartnerin ama Rackmount gears.

Effect Modes:

Ini dia bahasan yang paling menarik, model2 efek yang dimiliki Pitch Factor benar2 variatif dan bisa menghasilkan sound yang gak bisa didapat hanya dari stompbox pitch shifting biasa, bahkan efek multi pun umumnya tidak memiliki fitur selengkap ini dalam hal pitch shifting. Gw coba deskripsikan masing2 model efeknya dengan bahasa awam dan semoga tidak membingungkan :

  • Diatonic : scallic pitch shifter, membuat harmoni dari nada yang dibunyikan berdasarkan scale mayor serta modesnya dan chromatic key yang di tentukan. harmoni yang dibentuk bisa sampai 2 nada, tiap harmoni bisa memiliki interval berbeda dan bisa diset sebagai delay yang juga bisa diatur time dan repeatnya. jika interval di set unison maka efek yang dihasilkan adalah efek delay yang cukup asik soundnya, tidak bikin blur / menggulung tetapi cukup tebal delaynya. Jika interval bukan unison maka bisa menghasilkan delay yang nadanya harmonis.
  • Quadravox : Diatonic mode dengan 4 harmoni nada (nada A, B, C dan D). dengan scale dan key yang ditentukan tiap harmoni bisa memiliki interval berbeda, kekurangannya tidak bisa memiliki level independen untuk tiap harmoni. nada A dan C memiliki level sama, nada B dan D memiliki level sama, tetapi masing-masing grup tersebut dapat diatur. walaupun memiliki fungsi delay juga, tetapi tidak seperti model Diatonic. urutan delaynya sudah fix A-B-C-D tetapi dengan jarak antar nada yang bisa dirubah sesuai preset yang disediakan. fitur repeat juga tidak ada, mungkin kalau dikasih bakal kepenuhan sound hasilnya.
  • HarpModulator : sebenernya cuma chromatic pitch shifter, tetapi dengan parameter yang disediakan membuat mode ini bisa dibuat menjadi efek modulasi. sebagai pitch sifter, modul ini menyediakan 2 harmoni yang semua nadanya bisa di set interval tiap setengah nada maksimal 3 oktaf keatas dan kebawah. fungsi delay pun memungkinkan melambatkan keluarnya suara dan menambahkan jumlah repeat. fiturnya modulasinya membuat suara harmoni yang bergoyang dan dapat diatur jarak amplitudo dan speednya. yang menarik adalah preset bentuk modulasi yang menyediakan 4 macam bentuk gelombang (Tri, Sine, square, ramp up, ramp down) yang menghasilkan modulasi yang variatif. efek ini bekerja jika nada sumber terus bunyi, jika nada sumber berbunyi pendek responnya juga habis.
  • MicroPitch : Modulation-Delay effects. menghasilkan modulasi dari pitch shifting 2 nada. dengan parameter yang ada bisa menghasilkan variasi modulasi mulai dari chorus enteng hingga flutter, karena tiap nada harmoni bisa diatur kadar modulasi masing-masingnya. fitur delaynya juga membantu membuat suara modulasi semakin lebar. sangat direkomendasikan buat sound modulasi (tipikal chorus), delay atau gabungannya.
  • H910/H949 : based on eventide’s classic Harmonizers, harmoni yang lebih mengeksplorasi efek modulasi klasik dan bisa milih 4 karakter efek (H910, H949-1, H949-2, dan Modern) yang beda algoritma cara mengolah soundnya. dibanding modul Micropitch yang lebih ke efek chorus atau modulasi simpel, H910/H949 memungkinkan hasil modulasi yang jauh lebih luas variasinya.
  • PitchFlex : modul seperti efek Whammy, modul ini membutuhkan pedal ekspresi untuk menggunakannya. sound yang dihasilkan cukup natural, dinamis dan tidak terkesan seperti pitch shifting biasa yang kaku. memiliki 2 nada harmoni yang range shiftingnya bisa diatur sendiri-sendiri. jika pengaturannya tepat modul ini bisa menghasilkan sound yang mirip dan memiliki kualitas seperti Digitech Whammy.
  • Octaver : nggak cuma menurunkan octave aja, modul ini juga membuat sound jadi synthesizer klasik. parameter untuk mengatur frekuensi, resonansi, dan sensitifitas yang membuat bunyi synthesizer jadi cukup variatif. tambahan parameter fuzz membuat synthesizer ini makin bernuansa vintage aja.
  • Cristals : pitch shifting with reverse delay, efek ini bisa membuat ambience dan nuansa yang mengingatkan gw ama rumah kristalnya superman. sebenernya ini cuma 2 harmoni independen yang masing-masing dikasih reverse delay dengan parameter time dan repeat yang bisa diatur masing-masing. fitur reverb yang berada sebelum delay ini juga menambah ambience ruang makin berasa. jika membunyikan nada yang sustain, kelamaan suara akan berubah menjadi seperti suara string keyboard. Unik.
  • HarPeggiator : Pitch Shift-Tremolo effect with rhythm.. Kira-kira ini yang terbesit di pikiran gw pas pertama nyoba modul ini. gimana enggak? ini adalah efek yang ngeluarin efek harmoni gak cuma statis seperti modul lainnya, tetapi juga bisa patah-patah. Ditambah lagi dengan fitur groove yang berupa efek tremolo tetapi berpola ritmik. dipoles lagi dengan efek filter, fuzz, glitch yang totalnya 25 efek terhadap hasil efek membuat variasi yang buanyak. Oh iya speed dan attack dari efek ini juga bisa diatur jadi bisa patah halus atau kaku. Ini modul efek paling menarik buat gw soalnya bisa buat nyari inspirasi groove musik.
  • Synthonizer : men-synthe-kan sound gitar. bukan seperti gitar synthe roland GR series, tapi dengan metode harmoni merubah tone yang masuk. Sebenernya sound dihasilkan sangat bagus, bisa seperti sound keyboard lama gitu tapi sayang di modul ini tracking notenya kurang akurat buat kecepatan tinggi dan cuma monolog dan cuma bisa 1 nada, jika membunyikan lebih dari 1 nada maka akan jadi ngaco. Tetapi jika tau cara penggunaan tepatnya modul ini sangat berguna untuk kondisi tertentu.

Kelemahan

Nggak lengap kalo review gak nyebut masalah kelemahan. buat gw sih kelemahan terbesarnya tuh gak adanya pilihan scale lain selain scale major di harmony-nya, misalnya harmonic minor, melodic minor, blues scale, whole tone, dll. sehingga kalo mao bikin harmony hanya terbatas di scale major aja. trus denger2 sih switchnya kalo sampe rusak susah benerinnya (gosipnya). Gw agak kesulitan mencari kelemahan dan kekurangan produk ini, too good to be true. saingan terdekatnya tuh Digitech Harmonyman. Tapi gw sempet jajal Harmonyman dan ada fitur yang gak ada di Pitch Factor, cuma buat keseluruhan gw vote Pitch Factor.

Semoga tulisan ini berguna bagi anda yang sedang mencari info Pitch Factor atau pedal Harmonizer.

Video demo : 

Oleh : Faisal ‘musicman’

Tulisan asli diambil dari : www.bengkelmusik.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s