AMT F1

Dalam kehidupan bermusik saya dari panggung ke panggung, salah satu hal buruk yang dapat terjadi selain penonton pasif yang menyebalkan adalah sound system yang jelek. Ampli gitar yang disediakan juga termasuk di dalamnya. Kondisi yang sering kita temui di panggung panggung lokal adalah ampli yang disediakan biasanya menyediakan dua buah merk yang itu itu saja yaitu Marshall JCM 900 dan Roland Jazz Chorus. Bahkan dalam kondisi baik pun saya tidak terlalu menyukai kedua ampli tersebut, apalagi dalam kondisi buruk!?

Seringkali ampli yang disediakan oleh vendor sound system tersedia dalam kondisi yang tidak sehat seperti speaker yang sudah jebol, tabung yang tidak terawat, sampai yang paling parah adalah bahwa ampli ampli tersebut palsu! Kalau sudah begini kita sebagai musisi hanya bisa menghela nafas sambil  berdoa. Menurut saya tidak berguna untuk marah marah saat itu, karena sebagai band kita harus tetap main apapun yang terjadi.

Hal hal seperti ini bisa saya atasi dengan membawa ampli pribadi ke atas panggung, namun pada situasi tertentu membawa ampli pribadi adalah hal yang riskan dan merepotkan. Seperti ke luar kota misalnya, dengan membawa ampli tentu saja memakan ruang yang tidak sedikit sementara masih banyak hal hal lain seperti gitar, pedalboard, koper pakaian, dan lain lain yang tidak mungkin tergantikan penempatannya.

Pada pertengahan tahun ini saya mendapat kabar bahwa ada sebuah seri amp simulator yang sudah dirilis oleh AMT yang dinamakan AMT Legend Series. Seri ini memiliki beberapa varian produk, diantaranya F1 (Fender Twin Reverb), V1 (Vox AC30), dan R1 (Mesa Boogie Rectifier) dan beberapa seri lagi.  Reviewnya bagus dan harganya cukup terjangkau. Pada awalnya saya cukup skeptis dengan amp simulator, karena pengalaman saya dengan merk merk tertentu membuat saya tidak terpuaskan dengan teknologi tersebut. Namun seiring waktu berjalan saya dibuat semakin penasaran dengan Legend Series ini. Teman teman saya beberapa sudah banyak yang membeli atau mencoba salah satu varian seri tersebut. Respon mereka menyatakan bahwa cukup puas dengan soundnya. Setelah mendengar sound sample dan mencoba langsung ternyata apa yang dikatakan oleh teman teman saya benar dan persepsi saya tentang amp simulator perlahan berubah ke arah yang lebih baik.

Tahap selanjutnya adalah pemesanan. Belanja terus sampai mati.

Tipe yang saya pesan adalah F1. Karena F1 adalah clean preamp,sehingga memudahkan saya untuk tone shaping sementara seri yang lain sifatnya lebih ke arah overdrive-distortion. Ketika barang itu sampai dirumah, saya langsung menjajal F1 dengan ampli Tech 21 Trademark 60. Saya mengatur konfigurasi F1 sesuai rekomendasi yang ada, bahwa pedal pedal Legend Series sebaiknya masuk lewat Send-Return ampli. Ini dikarenakan supaya EQ di AMT tidak bertabrakan dengan EQ di ampli.

Untuk fitur knobnya akan saya jelaskan singkat saja, knob EQ terdiri dari Bass, Mid, High. Lalu dibawahnya terdapat knob Level, Master Volume, dan Gain. Level untuk mengatur kadar campuran antara si F1 dengan sinyal asli, Master Volume sesuai dengan namanya, Gain untuk seberapa besar kepekatan sinyal. Di samping juga terdapat input dan output Send-Return yang bertugas sebagai effects loop. Selayaknya ampli sungguhan. Fitur effects loop ini sangat beguna untuk pedal pedal seperti delay dan reverb agar terdengar lebih clear karena tidak tercampur oleh drive dan EQ dari preamp. Lalu  yang menarik lagi, F1 bisa menjadi master switch ketika kita punya pedal lain dari Legend Series. Misalkan ketika kita punya seri M1 (Marshall) dan menggunakannya sebagai pedal distorsi,maka dengan mematikan F1 kita langsung pindah ke M1 dan untuk kembali ke F1 kita tinggal injak switchnya sekali lagi.Sebuah fitur yang membantu sekali. Juga ada switch Amp-Direct untuk memilih lewat sumber apa pedal ini akan kita gunakan.

Setelah set up  dan mengatur parameter knob lalu saya mainkan Stratocaster saya dan memetik beberapa not. Hal pertama yang saya sadari adalah pedal ini benar benar bagus. Sound clean yang sparkle ala Fender bisa tertangkap dengan baik. Namun saya harus menurunkan knob High dengan cukup ekstrim karena kadar treblenya cukup menusuk. Respon knob mid yang ada cenderung mid-high, dan lagi lagi saya harus menurunkan rotasi knob tersebut dengan cukup banyak. Untuk respon bass saya rasa cukup bagus, bisa jadi boomy atau lembut sesuai selera. Setelah puas mencoba sound clean, saya menuju ke pedal overdrive dan distortion. Sound yang dihasilkan sangat enak menurut saya, drive yang ada terdengar warm dan bersahabat. Separasi tiap not masih terdengar  dan ketika dipakai untuk distorsi yang berat pun F1 masih bisa menghandle kebutuhan ini dengan cukup baik. Secara sound AMT F1 tidak mengecewakan.

Pertimbangan penting untuk saya dalam membeli F1 adalah karena praktis sekali. Ketika ampli di panggung jelek, saya tinggal memasukan F1 ke send-return ampli busuk tersebut dan voila! Yang terdengar adalah sound dari F1. Namun ketika ternyata tidak ada effects loop, maka saya bisa menggunakan system direct lewat DI Box. Sangat fleksibel penggunaannya.

Walau disinyalir bahwa pedal ini adalah simulasi dari Fender Twin Reverb yang legendaris menurut saya tetap tidak bisa disandingkan dengan Twin Reverb yang asli. Tapi untuk 1.500.000 Rupiah, ini tidaklah buruk sama sekali! Sebagai perbandingan, Twin Reverb yang asli berharga kurang lebih 18.000.000 Rupiah dan beratnya sekitar  30 Kg. Dengan F1 saya bisa membawanya kemana saja. Di dalam kantong ataupun masuk ke dalam gig bag. Praktis!

Here’s a sound clip!

 

Direkam direct dengan Fender Stratocaster dan overdrive menggunakan Boss Turbo Distortion untuk dirty channel. Saya rekomendasikan anda untuk mendengarkan dengan headphone untuk mendapat kualitas audio yang baik.

PS : Saat itu saya lupa membawa pedal overdrive andalan saya dan hanya itu yang tersedia di studio. Well, hope you enjoy it! 😀

Oleh : Iga Massardi

Advertisements

13 comments

  1. Rori · September 13, 2011

    nice review n sound clip…demonya asik, lengkap dari main kord/ritem, clean-distorsi, sampe riff2 keren dr lagu ternama

    demonya sendiri direct atw miking dari amp ya?

    • rigrigrig · September 14, 2011

      Thanks Bung Rori! Demonya memang sengaja direkam direct untuk ngambil karakter asli dari F1.

  2. rezabaita · September 18, 2011

    ada keinginan buat review boss fdr-1 gak bung?

    • rigrigrig · September 19, 2011

      Ada, namun kami belum ada barangnya. ; )

  3. guptacomic · January 30, 2012

    Wah, artikel ini juga taman menuju pintu gerbang istana iblis! Saya jadi browsing penjual AMT F1 deh! :))

    NIce article Iga.

    • rigrigrig · January 30, 2012

      Senang bisa berguna bung 🙂

      Salam buat Lucifer.

      • guptacomic · January 31, 2012

        Btw, saya temannya Kasih (sudah dengar dari dulu saudara kasih ada yang main gitar), dan pertama kali lihat Iga di Salihara dgn dissidents. Love your playing man! Asik!

  4. deedee · January 31, 2012

    wah keren banget simulasi twin rvrb…nolong banget buat para roland jazz chorus haters..

    • rigrigrig · February 1, 2012

      Dipasang di return Jazz Chorus juga bagus. Lebih bold dan agresif 😀

  5. Ekodimus · February 10, 2012

    saya coba2 pake AMT F-1 buat metal2an
    setting hi & lo di jam 12, mid & gain disetel full..distorsinya pake zoom tm-01
    lewat ampli hiwatt maxwatt g15r yg di-tune flat
    hasilnya (menurut saya) gak mengecewakan, chunky:D

  6. Budi Ogah · March 27, 2012

    “Lalu yang menarik lagi, F1 bisa menjadi master switch ketika kita punya pedal lain dari Legend Series. Misalkan ketika kita punya seri M1 (Marshall) dan menggunakannya sebagai pedal distorsi,maka dengan mematikan F1 kita langsung pindah ke M1 dan untuk kembali ke F1 kita tinggal injak switchnya sekali lagi.Sebuah fitur yang membantu sekali.”

    Mohon info Mas;
    fitur tsb hanya bisa digunakan bersama produk AMT Legend Series atau bisa dgn semua merk / type ya?
    Kebetulan untuk overdrive / dist sy pakai AMT S1 dan Tubeman (tp masing2 stand alone, sy pakai LS-2 untuk memilih pedal mana yg aktif).
    Thanks a lot Mas..
    🙂

    • rigrigrig · April 12, 2012

      Yang sudah saya coba adalah sesama AMT Legend Series. Untuk produk lain sepertinya tidak bisa. Thanks 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s