Electro Harmonix Double Muff

Sudah lama saya tidak menulis review, baik itu tentang album musik, film atau buku. Mungkin karena tidak ada yang bisa di review juga atau terlalu asyik dengan twitter, entahlah.

Lalu tiba saatnya ketika saya harus merubah setting efek di pedalboard saya. Berhubung ZATPP sudah tidak aktif lagi, jadi saya merasa harus melakukan perubahan yang cukup drastis karena kebutuhan saya untuk band baru saya Raksasa. Awalnya, saya hanya mencabut beberapa efek yang jarang sekali saya gunakan meskipun ada di dalam pedalboard. Lalu saya berpikiran untuk membeli pedal fuzz untuk distorsi utama. Untuk Raksasa, saya sebetulnya menggunakan distorsi dari ampli, tetapi saya akhirnya memutuskan untuk memakai pedal fuzz mengingat ampli di rental sound system yang tidak terjamin kualitasnya, ditambah lagi agak repot apabila harus bawa amplifier setiap manggung.

Pilihan saya jatuh kepada Double Muff Fuzz dari merk Electro harmonix. Read More

MXR Zakk Wylde Overdrive

Badan besar, brewokan, gondrong, sangar, dengan atribut serba lancip, robek, dan berduri. Penggambaran sosok yang jauh dari kesan orang baik baik. Namun sebagai manusia yang berakal sehat, tentunya kita tidak boleh menilai orang hanya dari penampilannya. Dalam konteks ini, kita sedang membicarakan salah satu gitaris ‘terbesar’ dunia, Zakk Wylde. Banyak orang yang mengira bahwa Zakk adalah orang yang brangasan, ya itu memang tidak sepenuhnya salah namun tidak sepenuhnya benar. Memang gayanya dia untuk menciptakan citra publik seperti itu, namun berdasarkan interview beberapa majalah yang saya baca tentang dia saya merasa bahwa Zakk adalah orang yang cukup rendah hati dan enak untuk diajak mengobrol. Tergambar dengan jelas lewat tulisan para reporter yang sedang mewawancarai dirinya mengesankan bahwa Zakk adalah “Renyah di luar, garing dan lembut di dalam”.

Read More

Lollar Alnico 3 pickup

Howdy! Itu sapaan yang sering kita dengar ketika menonton acara Country Road di TVRI. Acara music yang secara khusus menyajikan music country dengan Tantowi Yahya sebagai host sekaligus lead vocal pada acara tersebut. Satu hal yang menarik dari acara tersebut adalah saya suka dengan gitarisnya. Entah siapa namanya namun Ia menggunakan Fender Telecaster. Lick lick yang Ia mainkan memiliki sound khas Telecaster, yaitu twangy dan jernih.

Itu tadi adalah intermezzo saja, sekarang mari kita menuju ke intinya.

Read More

AMT F1

Dalam kehidupan bermusik saya dari panggung ke panggung, salah satu hal buruk yang dapat terjadi selain penonton pasif yang menyebalkan adalah sound system yang jelek. Ampli gitar yang disediakan juga termasuk di dalamnya. Kondisi yang sering kita temui di panggung panggung lokal adalah ampli yang disediakan biasanya menyediakan dua buah merk yang itu itu saja yaitu Marshall JCM 900 dan Roland Jazz Chorus. Bahkan dalam kondisi baik pun saya tidak terlalu menyukai kedua ampli tersebut, apalagi dalam kondisi buruk!?

Read More