EMG Strat Presence Control

Sebagai pengguna Stratocaster sejauh ini saya sangat menyukai dan bahkan menggilai karakter clean dari konfigurasi pickup Stratocaster konvensional, yaitu single coil semua. Suara yang dihasilkan jernih, tiap tiap detil senar bisa terdengar jelas. Terutama ketika switch pada posisi 2 dan 4, suara khas pada posisi ini dikenal sebagai “quack” yang memang menurut saya adalah penggambaran kata yang tepat. The Edge dan Jeff Beck cukup sering saya dengar bahwa mereka menggunakan posisi ini di dalam lagu lagunya.  Lalu ketika kita pindah ke posisi 5 yaitu neck, maka kita mendapatkan tone yang cair dengan artikulasi yang bulat dan penuh. Saya cukup jarang menggunakan posisi middle karena memang menurut saya biasa saja. Untuk posisi selanjutnya yaitu bridge, ini sangat efektif ketika kita butuh sound twangy yang agresif. Dari lembut sampai kasar, konfigurasi pickup Stratocaster nyaris bisa memenuhi seluruh kebutuhan tersebut. Namun diantara semua kelebihan itu ada satu hal yang membuat saya kurang puas..

Single coil terkadang terdengar terlalu tipis. Memang bagus untuk clean, namun ketika kita ingin bermain dengan drive yang memakai gain agak banyak, sering sound yang dihasilkan kurang ‘tight’. Kadang malah jadi terdengar ‘harsh’. Beda halnya dengan humbucker, sound yang dihasilkan lebih ‘fat’ dan balance ketika dicampur dengan drive.

Saya sempat dilanda bingung juga untuk dilemma ini, karena saya suka karakter single coil asli namun di satu sisi saya butuh juga suara humbucker. Memang ada produsen pickup seperti Seymour Duncan atau DiMarzio yang membuat single coil sized humbucker atau high output single coil namun menurut saya sound asli pickup tersebut tidak sepeti single coil pada kodratnya. Hal ini terus menjadi momok buat saya pribadi sampai kemudian saya menemukan sebuah benda kecil ajaib dari EMG yang bernama.. Strat Presence Control (SPC)

Ketika saya memutuskan untuk membeli SPC, saya mencari tahu tentang produk ini. EMG sudah dikenal memiliki reputasi yang baik dalam membuat pickup aktif. Berbagai varian yang mereka buat cukup sukses di pasaran, terutama pada seri EMG 81 dan 85 yang menjadi favorit para metalheads.

Salah satu fakta mengenai SPC yang juga menjadi kejutan buat saya adalah bahwa salah satu gitaris favorit saya, David Gilmour memakai SPC pada set pickup signature seriesnya. Berangkat dari sini saya memiliki prediksi baik untuk SPC. Kemudian saya berangkat ke Wijaya Musik Blok M, saat itu saya bela belain naik ojek dari Bekasi untuk menuju kesana. Pengorbanan atau gila belanja? 😛

SPC adalah sebuah potensio yang memiliki rangkaian elektronik, benda ini berfungsi untuk mem-boost frekuensi mid sambil menurunkan frekuensi high dan low secara bersamaan. Hasilnya adalah sound single coil yang cenderung tipis dan trebly terdengar jauh lebih fat, nyaris seperti P 90. Dan karena ini berbentuk potensio, maka bisa diatur seberapa besar kadar boost yang kita inginkan. SPC adalah rangkaian aktif yang membutuhkan batere 9V untuk pengoperasiannya. Waktu yang menjadi estimasi sampai batere habis adalah 1000 jam. Saya yakin jika kita cumin main di kamar aja dalam pemakaian santai umur batere bisa bertahan lebih dari 6 bulan. Dan sedikit intermezzo, bahwa jenis jenis batere bisa berpengaruh terhadap sound mid boost yang dihasilkan. Penasaran? Silahkan coba sendiri.

Overall tidak ada hal yang buruk yang dapat saya katakan tentang SPC karena memang penggunaannya sangat simple dan praktis. Jika tidak digunakan tinggal kita tutup saja ke posisi 0. Ohiya saya baru ingat, ternyata ada satu kelemahan dari SPC. Pada posisi 0 ternyata rangkaian SPC memberikan coloring pada sound asli pickup. Jadi terlalu steril menurut saya, untuk hal ini saya memasang toggle switch on/off. Jadi ketika saya membutuhkan mid boost yang ekstrim knob SPC saya set di posisi full lalu ketika saat itu tiba saya tinggal menyentil switch yang ada dan voila! tendangan sound single coil yang fat ada di depan muka. Dan ketika saya membutuhkan karakter asli si pickup maka tinggal saya matikan via switch dan karakter kembali seperti semula. Sebuah gadget yang sangat praktis dan efektif dengan harga yang ekonomis.

Boost your moods and decibels!

Advertisements

8 comments

  1. Andre Kardinale · August 22, 2011

    Nice review.
    Sound sample dong 😀

  2. Rori · August 25, 2011

    nice review…boleh juga nih 😀
    btw toggle switchnya dipasang dimana ya?

    • rigrigrig · August 28, 2011

      Diantara knob Tone dan Volume. Nanti akan di upload pic nya! 🙂

      (banyak janji LOL)

  3. Iman · August 26, 2011

    Gue masih setia sama Fender Texas Special, the best fender pickup ever made.

    Gue juga baru ngeh soal setting, biasanya kan hajar bleh aja full buka semua tone, ternyata kalo kita setup volume & tone, kita bisa dapet range frekuensi sound yang dahsyat.

    Kemana aja ya gue?!?!?!

    • rigrigrig · August 28, 2011

      “Dynamics, like whisper through the thunder” kata Jimmy Page. Dynamics pickup akan berguna salah satunya ketika pake drive dari ampli, from clean to crunch to infinity and beyond! Haha! 🙂

  4. Arkie Alphita · January 17, 2012

    ada yg buat tele juga gak ya?
    ego emang bikin pengen gitar punya karakter khas, punya tele tapi lagu yg dimainin ga semua cocok

    • rigrigrig · January 19, 2012

      Kalo secara teknis bisa aja diaplikasikan untuk semua gitar. Namun memang harus menyediakan/mengorbankan knob yang ada di gitar untuk menggantikan si SPC. Dipasang di tele bisa namun karena tele hanya punya 2 knob berarti knob tone yang harus berkorban. Selamat bereksperimen! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s