Electro Harmonix Micro POG

Saya suka Jack White. Dan alasan pertama untuk membeli pedal ini adalah karena dia. Saya ingin mendapatkan sound yang serupa dengan lagu Blue Orchid dari The Whitestripes. Lagu itu mempunyai sound octave dengan fuzz yang kental. Raw, powerful, kasar, tegas, dan brengsek

Ketika saya datang pertama kali ke toko musik yang menjual Micro Pog saya memberanikan diri minta izin ke penjaga toko buat nyoba pedal itu. Setelah set up kemudian saya langsung menjajal pedal ini. Not yang pertama saya mainkan ketika pedal ini nyala terdengar  sesuai dengan dugaan saya. Paduan antara oktaf tinggi dan oktaf rendahnya sangat bagus, terdengar natural dan tegas. Ketika memainkan chord juga nggak terdengar warbly atau kabur, semua nada yang dipetik clarity-nya terdengar baik. Jadi nyaris seperti suara organ.

Dan sekarang saatnya ber-overdrive! lagi lagi ini sesuai dengan ekspektasi saya. Sound brengsek ala The Whitestripes langsung terdengar. Single note yang saya mainkan bersamaan dengan paduan oktaf rendah dan tinggi melaju bagai gemuruh. Ini gila! Tanpa ragu lagi saya membungkus pedal ini kerumah.

Ketika dirumah lalu saya posisikan pedal ini di pedalboard untuk digabungkan dengan pedal pedal saya yang lain. Ada delay, chorus, fuzz, overdrive, distortion, phaser, dll.. Pertama yang saya coba adalah menggabungkan Micro Pog dengan delay. Hasilnya saya bisa memainkan nuansa organ yang lebih ethereal dan dreamy. Dengan perpaduan setting yang tepat maka pedal ini bisa menghasilkan suara suara yang tadinya tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya. Benar benar imajinatif! Dan ketika digabung dengan chorus, maka kita bisa bikin sound yang mendekati keyboard Hammond. Seru!

Fitur yg menarik juga adalah pedal ini punya 2 output, wet dan dry jadi bisa di split antara keduanya. Lalu parameter yang ada cuman 3 knob (idiot proof) yaitu Dry untuk mengatur kadar suara gitar asli yang akan dicampur, Sub Octave untuk mengatur seberapa banyak kadar oktaf rendah, Octave Up untuk oktaf tinggi. Range untuk oktaf yang disediakan disini adalah 1 oktaf dibawah dan satu oktaf diatas. Bisa diatur juga kita mau oktaf rendah aja yang kedengeran atau oktaf tinggi saja.  Tracking not pada pedal ini juga super sekali, tidak ada latency yang audible dan pitch juga tepat sasaran, tidak seperti Boss Octave yg sering meleset. Oiya, pedal ini tidak true bypass (tapi saya nggak mencemaskan hal itu)

Electro Harmonix memang patut diberi pujian, saya pribadi penggemar berat produk mereka. Dalam lini produknya EHX memiliki keunggulan dalam menciptakan pedal dengan karakter yang sangat unik. Dari Big Muff yang legendaris sampai Memory Man dan Holy Grail yang tersohor, hingga hari ini mereka terus merilis produk dengan ide yang nyeleneh, orisinil, dan out of the box. Tentu ini semua tidak berarti apa apa jika pedal tersebut tidak terdengar bagus juga, dan untuk poin terakhir ini Electro Harmonix bisa membuktikannya juga. Hormat saya kepada para ilmuwan musik yang bekerja disana.

Sebagai penutup..

Kita sudah akrab dengan pedal pedal overdrive,distortion,phaser,chorus,delay,dll.. Namun banyak dari kita yang masih bertanya tanya tentang apa sih sebenernya kegunaan pedal pedal pitch shifter atau octave? Jawabannya adalah : Pedal ini bukanlah pedal semua orang, tidak semua orang butuh bahkan suka dengan pedal pedal jenis ini. Tapi jika kita adalah gitaris yang senang untuk eksplorasi sound yang fresh, yang bisa meningkatkan imajinasi, atau yang ingin gitarnya terdengar tidak seperti  gitar (dan gitaris lain tentunya :P) maka pedal ini mungkin adalah sasaran yang tepat. Sebuah pedal yang bisa bikin orang bilang..

“Anjrit kok suara gitarnya bisa gitu!?”

This pedal is probably the coolest way to wank yourself out.

Oleh : Iga Massardi

Advertisements

2 comments

  1. Didiet Bra · September 5, 2011

    sebagai penggemar pitch shifter & octave pedal, saya cuma bisa bilang…. karena pedal2 seperti inilah “Every single note means a lot…” 😀

    • rigrigrig · September 5, 2011

      Setuju, satu aja berarti apalagi jika bisa digenjreng AKA polyphonic. Akan jadi sungguh berarti.. *berlebihan LOL
      Terimakasih udah mampir ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s